Monday, December 1, 2014

Wortel, Telur Atau Kopi

Wortel , Telur, Kopi

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api. Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panic pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam
dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.

Lalu ia bertanya kepada anaknya, "Apa yang kau lihat, nak?" "Wortel, telur, dan kopi" jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, "Apa arti semua ini, Ayah?" Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi
kesulitan yang sama, perebusan, tetapi masing- masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak.

Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras.

Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut. "Kamu termasuk yang mana?," Tanya ayahnya. "Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?"

Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.

Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?

Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat. Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.

" Wasiat Kyai Imam Mursyid Muttaqien "

" Wasiat Kyai Imam Mursyid Muttaqien "

1.   Warga PSM kudu netepi mujahaddah
2.   Warga PSM ambelani ke-PSM-ane
3.   Warga PSM kudu netepi komando akhirat
4.   Warga PSM kudu netepi amar-amar PSM
5.   Warga PSM kudu rukun bersatu manunggal
6.   Warga PSM kudu wani amberantas hawa nafsu
7.   Warga PSM Al-Qur'an, tasbih, sajadah. Dene gawane wesi aji (pusoko)
8.   Warga PSM ora keno njajal kabisane
9.   Warga PSM marang lelakon iki kudu ditekakne marang kasempurnan
10. Warga PSM ora keno mberkahake kebisane
11. Warga PSM yen ono kepentingan cukup diwacaake sak kalimat
12. Warga PSM yen kepergok sambate ........... pimpinane
      Gaman wesi aji yen ono gawe dihunus
13. Warga PSM sing wis insaf, mongko durung dibengat kudu dilatih
14. Warga PSM ojo mamang-mamang, asal taat ke-PSM-ane, menowo sakarat pati, senajan durung           dibengat Insya Allah, Gusti Allah piyambak kang bakal nulungi
15. Warga PSM kudu gelem dadi cagake PSM
16. Warga PSM yen diomongi kebecikan  kudu digugu, senajan seng omong kui ora sholat

Puisi Rabiah Al-Adawiyyah

Dalam Risalah al-Qusyairiyyah, Rabiah al-Adawiyyah berdo’a: ” Tuhanku, akan terbakarkah oleh api neraka kalbu yang mencintai-Mu?” Tiba-tiba dia mendengar suara: “Kami tidak sama sekali melakukan itu. Janganlah kau buruk sangka kepada Kami.”

Menurut Rabiah al-Adawiyyah , kepatuhannya kepada Allah bukanlah tujuannya, sebab dia tidak mengharapkan nikmat surga dan tidak takut azab neraka, tetapi dia mematuhi-Nya karena cinta kepada-Nya. Seperti ungkapannya berikut:
Dalam batin kepada-Nya kau durhaka, tapi
Dalam lahir kaunyatakan cinta suci
Sungguh, aneh sangat gejala ini
Andaikan cintamu memang tulus dan sejati
Yang Dia perintahkan tentu kau taati
Sebab, pecinta pada Yang Dicintai patuh dan bakti.

Ketika Sufyan al-Tsauri bertanya kepada Rabiah al-Adawiyyah : ” Setiap keyakinan mempunyai syarat, dan setiap kenyakinan mempunyai realitas. Bagaimanakah realitas keimananmu?  Rabiah menjawab. Aku tidak menyembahnya karena takut neraka-Nya, dan bukan karena cinta surga-Nya, sepertinya aku ini hanya pekerja kasar yang bekerja karena upah saja. Tapi aku menyembahnya karena aku cinta kepada-Nya.
Doa Munajat Rabiah al-Adawiyyah :

Tuhanku, sekiranya aku beribadah kepada-Mu karena takut neraka-Mu, biarlah diriku terbakar api jahanam-Mu. Dan sekiranya aku beribadah kepada-Mu, karena mengharap surga-Mu, jauhkanlah aku darinya. Tapi sekiranya aku beribadah kepada-Mu hanya semata cinta kepada-Mu, Tuhanku, janganlah Kauhalangi aku melihat keindahan-Mu yang Abadi.”

Kujadikan Kau teman berbincang dalam kalbu,
Tubuhku pun biar berbincang dengan temanku,
Dengan temanku tubuhku berbincang selalu,
Dalam kalbu terpancang selalu Kekasih cintaku,
dalam  puisinya yang lain diungkapkan juga:
Aku cinta Kau dua model cinta,
Cinta rindu, dan cinta karena Kau layak dicinta,
Adapun cinta rindu,
karena hanya Kau kukenang selalu bukan selain-Mu,
Adapun cinta karena Kau layak dicinta, karena Kau singkapkan tirai sampai Kau nyata bagiku.
Bagiku cinta ini-itu tidak ada puji.

Namun bagi-Mu Sendiri sekalian puji.

Ketumaan Sholat Tarowih

Dari Ali bin Abi Thalib ra bahwa dia berkata: Nabi SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau bersabda:

1. Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.

2. Dan pada malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.

3. Dan pada malam ketiga, seorang malaikat berseru dibawah ‘Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat.”

4. Pada malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran).

5. Pada malam kelima, Allah Ta’ala memeberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.

6. Pada malam keenam, Allah Ta’ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.

7. Pada malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman.

8. Pada malam kedelapan, Allah Ta’ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahin as

9. Pada malam kesembilan, seolah-olah ia beribadat kepada Allah Ta’ala sebagaimana ibadatnya Nabi saw.

10. Pada Malam kesepuluh, Allah Ta’ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.

11. Pada malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.

12. Pada malam keduabelas, ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.

13. Pada malam ketigabelas, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.

14. Pada malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.

15. Pada malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.

16. Pada malam keenam belas, Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga.

17. Pada malam ketujuh belas, ia diberi pahala seperti pahala para nabi.

18. Pada malam kedelapan belas, seorang malaikat berseru, “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu.”

19. Pada malam kesembilan belas, Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus.

20. Pada malam kedua puluh, Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).

21. Pada malam kedua puluh satu, Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.

22. Pada malam kedua puluh dua, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.

23. Pada malam kedua puluh tiga, Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga.

24. Pada malam kedua puluh empat, ia memperoleh duapuluh empat doa yang dikabulkan.

25. Pada malam kedua puluh lima , Allah Ta’ala menghapuskan darinya azab kubur.

26. Pada malam keduapuluh enam, Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.

27. Pada malam keduapuluh tujuh, ia dapat melewati shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.

28. Pada malam keduapuluh delapan, Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga.

29. Pada malam kedua puluh sembilan, Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.

30. Dan pada malam ketiga puluh, Allah ber firman : “Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku.”

Akhirnya, semoga amal ibadah kita diterima dan kita mendapatkan pangkat dan derajat dari Allah sebagai seorang yang bertakwa.

Sumber Hadist dari Kitab Duratun Nasihin, Bab Keistimewaan Bulan Ramadhan.

MUNAJAT SYEKH IBNU 'ATHAILLAH AS-SAKANDARI

MUNAJAT SYEKH IBNU 'ATHAILLAH AS-SAKANDARI


Ilahi,
Akulah fakir dalam kecukupanku
Bagaimana aku tidak fakir dalam kefakiranku?

Ilahi,
Akulah si bodoh dalam pengetahuanku
Bagaimana aku tidak bodoh dalam kebodohanku?

Ilahi,
Ragam aturanmu di semesta ini
Dan kecepatan manifest ketentuan-ketentuanMu
Telah mencegah hamba-hambaMu yang mengenalMu
Dan tiada harapan dariMu dalam cobaan (kecuali padaMu)

Ilahi,
Dariku layaklah dengan cacian
DariMu layaklah dengan pujaan

Ilahi,
Engkau Sifati diriMu dengan kelemahlembutan padaku
Sebelum adanya kelemahanku
Apakah Engka tega menghalangi lemah lembutMu
Setelah adanya kelemahanKu?

Ilahi,
Jika yang tampak kebajikan padaku itu
Sungguh, itulah anugerahMu padaku
Jika yang tampak itu keburukanku
Sungguh, itulah keadilanMu, dan
HakMulah berhujjah padaku

Ilahi
Bagaimana Engkau serahkan itu padaku
Sedangkan diriku telah memasrahkan diri padaMu
Bagaimana jua aku mengurangi hakku
Sedang DiriMu Yang MenolongKu
Bagaimana aku tak beruntung
Sedang Engkaulah yang menyayangiKu
Inilah aku, tawassul padaMu
Dengan kefakiranku di sisiMu
Kefakiran yang yang menujukkan padaMu
Dan menyambungkan hubungan di sisiMu

Bagaimana mungkin aku bertawassul padaMu
Dengan kemustahilan-kemustahilan untuk bersambung denganMu?
Bagaimana jua aku mengeluh padaMu tentang derita
Sedangkan tak samar sedikit pun dari pandanganMu
Bagaimana aku urai dengan kata-kataku padaMu
Sedang kata itu dariMu dan menuju kepadaMu?
Bagaimana aku gagal menempuh cita-citaku
Sedang aku telah menebusnya bagiMu
Bagaimana ahwal ruhaniku tak elok
Padahal bersamaMu tegak berdiri Menuju kepadaMu?

Sebuah Puisi Cinta dari Khalil Gibran

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
Ketika kita menangis?
Ketika kita membayangkan?
Itu karena hal terindah di dunia tidak terlihat

Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita, 
Kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan cinta.

Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan,
Seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,
Tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
Melainkan suatu awal kehidupan baru,
Kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,
Mereka yang telah dan tengah mencari dan mereka yang telah mencoba.
karena merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan
mereka.

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu mendapatkan keinginannya, melainkan mereka yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan. 
Kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada, 
Cintamu akan tetap di hatinya sebagai penghargaan abadi atas pilihan-pilihan hidup yang telah kau buat.

Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata ” aku
lupa ….”
menunggu selamanya ketika kamu berkata ”
tunggu sebentar ”
tetap tinggal ketika kamu berkata ” tinggalkan aku
sendiri ”
mebuka pintu meski kamu belum mengetuk dan
belum berkata ” bolehkah saya masuk ? ”
mencintai juga bukanlah bagaimana kamu
melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan.


Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu mengerti.
Bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu rasa,
Bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan bagaimana kamu bertahan.

Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus berhenti mencintai seseorang, 
Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

Kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tak pernah menyatakan cinta kepadamu, karena takut kau berpaling dan memberi jarak, dan bila suatu saat pergi, kau akan
menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau sadari.

"KHALIL GIBRAN"

CINTA

ALAM BERKATA TENTANG CINTA 

Aku bertanya pada alam semesta tentang arti “CINTA”..lalu satu demi satu mereka menjawab…

Bumi menjawab...
“CINTA adalah hamparan tempat tumbuh segala bahagia dan harapan akan itu..
Dia memang diinjak dan dihina.. tetapi dia tak peduli..pikir Cinta hanya memberi.. dan itu sajalah inginnya.”..

Air menjawab..
“CINTA adalah hujan yang menumbuhkan benih-benih rasa kesukaan.. kerelaan akan keterikatan..
kerinduan dan kesenduan..atau samudera kasih yang luas sebagai naungan segala perasaan...
Api menjawab..
“CINTA adalah panas yang membakar segala.. dia memusnahkan semua untuk dapat hidup dan menyala...
Demi merasakannya..makhluk rela terbakar dalam amarah dan kedurhakaan.”..

Angin menjawab..
“CINTA adalah hembusan yang menebar sayang tanpa tahu siapa tujuannya.. Orang bilang dia buta.. sebab itu inginnya.
dIa tak terlihat.. tapi tanpanya segala raga akan hampa...”

Langit menjawab..
“CINTA adalah luasan tanpa batas...Luasnya tiada makhluk yang tahu...
Kecuali bahwa cinta itu bahagia yang biru atau derita kelam yang kelabu..

Matahari menjawab..
“CINTA adalah hidup untuk memberi energi kehidupan dan cahaya harapan.. Dia tak akan lelah memberi sampai dia padam dan mati.”..

Pohon menjawab..
“CINTA adalah akar yang menopang segalanya...Dia tulus hingga tak perlu terlihat dan dikenal...
Tapi Dia terus memberi agar batang bahagia tetap kokoh abadi..berbuah dan berbunga indah.”..

Gunung menjawab..
“CINTA adalah rasa yang menjulang tinggi...Rasa itu demikian tenang dan menyejukkan...
Namun saat gundah..Dia akan meleburkan sekelilingnya dengan lautan lava cemburu yang membara.”..

Lalu aku bertanya pada CINTA...
“Wahai cinta apakah sebenarnya arti dirimu...??”

Cinta menjawab..
“CINTA adalah engkau patuh terhadap-Nya..meski kau tak melihat-Nya... Engkau tidak mencium-Nya atau meraba-Nya..
tapi engkau patuh karena engkau merasa akan hadir-Nya...
Sebab cinta bukan indera.. tapi adalah rasa.”...

“CINTA adalah engkau takut akan amarah-Nya dan takut jika Dia meninggalkanmu...
Takut jika dia tak menyukaimu lagi.. Lalu engkau mencari-cari alasan untuk selalu dekat dengannya..bahkan jika engkau harus menderita atau yang lebih mengerikan dari itu.”..

“CINTA adalah engkau menyimpan segala harapan pada-Nya dan tidak pada yang lain..Engkau tidak mendua dalam harapan..dan demikian selamanya..

''CINTA adalah engkau setia menjadi budak-Nya..yang engkau hidup untuk-Nya dan mati untuk kesukaan-Nya akan dirimu..
hidup dan mati untuk Dia..Engkau berusaha sekerasnya agar engkau diakui.. hanya sebagai budak..sebagai hamba.”..

Diatas segalanya...
''CINTA adalah engkau merasa kasih sayang yang tunggal yang tidak engkau berikan pada yang lain selain pada-Nya..
Engkau rindu akan hadir-Nya dan melihat-Nya..
Engkau suka apa yang Dia sukai dan benci apa yang Dia benci..
Engkau merasakan segala ada pada-Nya dan segala atas nama-Nya.”..

Aku lantas bertanya pada CINTA..“Bisakah aku merasakannya?”

Sambil berlaru CINTA menjawab..
“Selama engkau mengetahui hakekat penciptaanmu dan bersyukur dengan apa yang Dia beri..maka itu semua akan kau rasakan..
percayalah padaku tambahnya….”..

Aku pun Berteriak..
“Wahai KAU SANG MAHA PECINTA ...terimalah cintaku yang sederhana ini.. izinkanlah aku merasakan cinta-Mu yang Maha Indah…”

Wahai pemilik HATI..andai aku belum cukup memberi...ujilah hamba sampai suatu masa hamba tidak berdaya lagi dan saat itu hamba akan merasa puas di hati karena dianya telah penuh dengan cinta Illahi..

Korbankan perasaan pada jalan Illahi..biar satu dunia mencaci...
tapi demi jalan ini.. teruskan langkah sampai tiada berdaya lagi..
biar semua tahu yang kau sebenarnya mampu...asal ada Dia di sisimu....

Kembalikan iman dalam diri..dan coba periksa kembali hati..
agar tidak tercemar dengan kotoran nafsu yang menipu..-
mengenang nasib diri

"Salam Rindu"
KEDAI SUFEE