Saturday, December 27, 2014

Jembut Cinta

"Jembut" Cinta

oleh Kyai Budi Hardjono


SEDULURKU TERCINTA,dalam dunia Jawa banyak kata yang bisa dijarwodosokkan, dimana sebuah kata merupakan singkatan, dan ini hanya sebuah kecerdasan ungkap yang di dunia manapun tidak ada kecuali di Jawa. Pada sisi lain hal itu merupakan hasanah kekayaan bahasa yang menunjukkan lamanya peradaban melintasi zaman, disamping tidak terbantahkan maknanya, aneh tapi nyata. Hal ini menunjukkan dinamika kebudayaan berkembang secara aktif, disamping unik. Dengan ini memberikan gambaran bahwa kebudayaan Jawa merupakan perwujudan dari kemampuan masyarakat Jawa dalam menanggapi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada. Pada titik pemahaman ini, kebudayaan Jawa memiliki ciri-ciri khusus dengan kebudayaan lainnya, terutama dalam hal kejarwodosokkan ini. Misalnya, sebagaimana yang ada di deretan panjang ini, dari berbagai kata, secara acak. Dan untuk yang lain bisa dicari sendiri-sendiri.
Rambut : loro nek dibubut. 
Moto : ngemot barang sing nyoto. 
Kuping : kaku tur jepiping.
Cangkem : yen ora dicancang ora mingkem.
Piring : sepine yen miring.
Gedang : digeged bar madhang.
Krikil : keri ning sikil.
Rokok : roso sing pokok.
Tani : tiyang agung nagari.
Menungso : menus-menus kakehan doso.
Gelas : yen tugel ora iso dilas.
Dukun : yen ora udu ora rukun.
Dukun : dudu Kun.
Cengkir : kenceng pikir. 
Janur : ja'a nuur.
Bajingan : lebar ngaji mangan.
Lhonthe : lonthang-lanthung wae.
Asu : ahli suwargo. 
Mantu : barang sing dieman metu.
Morotuwo : moro-moro wis tuwo.
Delalah : ngandel kersane Allah.
Wedang : ngawe kadang.
Wanito : wani di toto.
Jagung : sejo sing agung.
Pacul : barang papat ojo ucul.
Doran : dungo nyang pengeran.
Kalem : sak kal gelem.
Jimin : kaji amin.
Maling : ngemal tur ora eling.
Deling : kandel olehe eling.
Wedok : nek awe dhodhok.
Duren : dudo keren.

Dari berbagai kata ini bisa bermakna serius, bisa gurau, bisa lucu dan konyol. Dan ini bisa menjadi bahan jagong dengan pengembangan singkatan yang sesuka-suka, sesuai dengan latar-belakang pengetahuan penguasaan bahasa Jawa seseorang. Dan tentu masih banyak lagi kata-kata yang dijarwodosokkan, yang kadang-kadang dipakai untuk sindiran-sindiran tertentu, asal sesuai atau "gathuk" itu. Bahkan sampai pada yang "saru-saru" pun bisa mengemuka dalam dunia kejarwodosokkan, dan ini bisa menghasilkan gelak tawa bersama dalam dunia jagong. Memang, memasuki dunia Jawa maka orang musti siap mental karena dalam berkomunikasi tidak sekedar hanya linier tetapi siklikal.

Kawan-kawan, muter-muter uraian ini sebenarnya ada salah satu kata yang "lupa" namun ketika ingat ada salah seorang warga negara Indonesia yang tidak layak mewakili atas bangsa yang konon "relegius" ini, seketika kata itu muncul dalam ingatan, yakni jembut: kejem yen dibubut....Na'udzubillah!

Sedulur Cinta

"Sedulur" Cinta

oleh Kyai Budi Hardjono
SEDULURKU TERCINTA,Gusti Kanjeng Nabi Muhammad saw menyebut orang-orang yang sezaman dengan Beliau dengan sebutan "sahabat-sahabat",namun Rasulullah saw menyebut orang-orang yang mencintainya yang datang sepeninggalnya dengan sebutan ikhwani,sedulur-sedulurku.Panggilan ini merupakan bentuk kecintaan sepenuh jiwa dan raga,panggilan nan mesra,padahal mereka tidak pernah berjumpa dengan Beliau dan yang datang kemudian hari.Kalimat "sedulur" ini sering diungkapkan Rasulullah saw dalam berbagai kesempatan,yang menunjukkan makna lebih "intim" dalam hubungan,kalau sahabat itu masih berjarak dalam kekerabatan namun kalau sedulur itu masuk dalam wilayah kekeluargaan,yang diikat oleh nasab Cinta yang tulus.

Pernah Rasulullah saw menyatakan pada suatu kesempatan dan bertanya kepada para sahabat sehabis berjama'ah Subuh:"Tahukah kalian,siapa orang-orang yang paling menakjubkan imannya?" Para sahabat itu menjawab:"Para malaikat,ya Rasulullah." Beliau menimpali:"Bagaimana para malaikat tidak beriman,mereka adalah pelaksana-pelaksana perintah Gusti Allah.Mereka bolak-balik melaksanakan perintah Allah untuk menunaikan amanahNya." Para sahabat menjawab lagi:"Kalau begitu para Nabi." Gusti Kanjeng Nabi Muhammad saw mengatakan:"Bagaimana para Nabi tidak beriman,mereka menerima wahyu dari Allah."Kalau begitu,kami-kami ini,para sahabat engkau," sela mereka.Gusti Kanjeng Nabi Muhammad saw menimpali:"Bagaimana kamu tidak beriman,kamu menyaksikan  apa yang kamu saksikan." Para sahabat menggesa lagi:"Kalau begitu,siapa manusia yang paling menakjubkan imannya itu,ya Rasulullah?" Gusti Kanjeng Nabi Muhammad saw menjawab:"Mereka adalah kaum yang datang sesudahku.Mereka tidak pernah berjumpa denganku,mereka tidak pernah melihatku.Namun ketika mereka menemukan Kitab terbuka di hadapan mereka,mereka lalu mencintaku.Mereka mencintaiku dengan kecintaan yang luar biasa,sehingga sekiranya mereka harus mengorbankan seluruh hartanya agar berjumpa denganku,mereka mau menjual seluruh hartanya itu."

Negri manakah di dunia ini yang kecintaanya kepada Rasulullah ini luar biasa? Negri manakah du dunia  yang sering membicarakan sejarah Rasulullah saw dengan perayan-perayan cinta itu? Negri manakah di dunia ini yang siapapun tidak bisa menghambat akan gelora berziarah ke makam Rasulullah saw sebagai ekspresi cintanya kepada Beliau? Negri manakah di dunia ini yang jutaan orang rela hanya menjadi penghafal Al-Qur'an sebagai nafas suci Rasulullah saw itu? Negri mankah di dunia ini yang tatakrama dalam pergaulan keseharian yang meniru Junjungan Agung itu dalam adab sopan santu dan rendah hati? Negri manakah di dunia ini yang mengajarkan Kitab-Kitab melalui kelembagaan yang negara pun tidak pernah peduli dalam upaya-upaya agung itu? Negri manakah di dunia ini yang di sudut-sudut kampung menggemakan nama Kekasih Allah itu dengan menggelagak air matanya ketika bershalawatan? Negri manakah di dunia ini yang dengan damai mempraktekkan sebagaimana era Madinah yang tercerahi itu walau beragam keberadaan yang ada? Negri manakah di dunia ini? Negri mana? Dunia mana? Kalau bukan Indonesia!

Kawan-kawan,semoga kita tetap termasuk kelompok orang yang walau tidak pernah berjumpa dengan Rasulullah saw,dan tidak pernah sezaman dengan Beliau,tetapi sangat mencintainya.Kita tahu dari Kitab yang terbuka.Kitab yang terbuka itu tidak hanya "Kitab Garing" dalam wujud tekstual sampai di sini dan sampai dfi hati ini,namun juga "Kitab Teles" yang berwujud ayat-ayat Kauniyah yang di negri ini banyak orang menyebut sebagai penggalan sorga.Bila orang membayangkan sorga itu dalam bentuk keindahan alam,air gemericik,buah-buah bergelantungan serta bidadari-bidadari,namun di negri ini hal tersebut bukan mimpi lagi tetapi sudah menjadi Kitab Terbuka yang dipahami sebagai ayat-ayat di hati,,,,Tabik!

Ruh Cinta

"Ruh" Cinta

oleh Kyai Budi Hardjono
SEDULURKU TERCINTA, ada seseorang sowan kepada Syeikh Maulana Rumi,namun saat mau masuk diusir oleh beliau,dan seseorang itu menggesa dan menghiba:"Apa salahku ya Maulana,hingga engkau mengusirku?" Syeikh Maulana Rumi menimpali: "Mintalah maaf dulu kepada orang yang kau ludahi kemaren itu?" Seseorang itu menjawab: "Darimana Maulana tahu itu, dan dimana dia aku cari karena kejadiannya di pasar kemaren, dan lagi yang aku ludahi itu orang Nasrani." Syeikh Maulana Rumi menggertak: "Tidak layak kau mengaku Muslim dengan tindakan seperti itu, kau tidak menghargai kemanusiaan, pergilah." Dengan hati berguncang si tamu yang tertolak itu pergi,dan menggesa di hati:darimana Maulana tahu? Dan di mana orang yang telah diludahi itu berada? Lama-lama si tamu itu menangis sepanjang jalan,dan tidak mengira kalau Maulana sampai menolak bertemu gara-gara dia meludai orang Nasrani saat ada percekcokan di pasar itu. Dia menyesal dan mencari dengan bertanya-tanya orang di pasar,di mana si Nasrani itu tinggal. Namun berhari-hari dia mencari tidak ketemu,sampai ke pasar mana-mana,mana-mana pasar.

Seminggu setelah pencarian tidak ketemu si Nasrani yang di ludahi itu,dengan memberanikan diri dia sowan lagi ke Maulana Rumi dan bilang kepada Maulana: "Punten ya Syeikh, saya sudah mencari dia kemana-mana namun tidak aku temukan dimana di tinggal." Maulana Rumi menjawab sembari mengusak dinding depan rumahnya dan terlihat jelas dimata si tamu itu gambar orang yang dicari: "Mata hatimu buta, dia ada di sana dan sedang bekerja untuk keluarganya, pergilah ke sana sekarang." Dengan segera si tamu pamit dan menuju lokasi yang ditunjukkan Maulana Rumi pada dinding rumahnya tadi. Setelah dia bertemu dengan yang diludahi itu, dia bersimpuh dan minta maaf, dimaafkan. Seketika setelah itu,dia kembali ke Maulana Rumi. Disana dia diterima dengan penuh penghormatan sebagaimana tamu-tamu lainnya. Bahkan dia menerima sesuluh dalam banyak hal dari Maulana Rumi,dimana memandang orang itu jangan sebatas pada selubung label hidupnya,tetapi harus dipandang Ruhnya yang tersembunyi dibalik selubung apapun dalam hidup ini, Dia yang cintanya universal itu.

Kisah di atas belum seberapa,lebih jauh lagi kisah saat Rasulullah SAW kedatangan rombongan orang "kafir", rombongan itu dimasukkan di masjid karena banyak sekali,lalu Rasulullah SAW membagi tamu-tamu kafir itu kepada para sahabat untuk menjamunya, namun setelah masing-masing sahabat dapat satu-satu,tinggal satu yang tubuhnya tiga kali orang dan itu bagian Rasulullah SAW. Bahkan mereka semua bermalam. Namun ada kejadian yang luar biasa,dimana orang gendut yang besarnya tiga kali orang itu setelah dijamu Rasulullah SAW, pada malam hari di dalam rumah Rasulullah SAW "kepesing" dan Rasulullah SAW tahu, lalu membukakan pintu dalam kegelapan,dan agar orang itu tidak tahu kalau Rasulullah SAW yang membukakan, Beliau bersembunyi dibalik daun pintu agar si gendut itu tidak menanggung malu. Si gendut keluar dan melanjutkan ngisingnya di luar,ronde kedua. Pagi-pagi setelah Rasulullah SAW berjama'ah subuh, si gendut itu melihat Gusti Kanjeng Nabi Muhammad SAW sedang membersihkan kotorannya, dan sahabat hampir pada ngamuk karena kejadian itu. Namun Rasulullah SAW melarang mereka marah,dan dengan tersenyum saat si gendut dengan merengek meminta biar dirinya yang membersihkan kotorannya sendiri, Beliau bilang: "Ojo,biar aku yang membereskannya, aku yo kepingin golek ganjaran." Hati si gendut rubuh, kekafirannya patah dan berganti dengan iman,disertai seluruh rombongan yang ada.


Kawan-kawan,hanya orang-orang yang tulus yang bisa melakukan hal itu,dimana ketulusan itu bisa termiliki setelah membongkar selubung egosentrisitas, dan yang dipandang hanya Allah,sementara semua adalah milikNya belaka. MencintanNya ternyata musti dibuktikan dengan cara melayani dan menghargai milikNya,apapun sebutan milikNya itu,,,,Tabik!

Wednesday, December 17, 2014

Free Download Mawlid Simthudurror.apk


Free download "Mawlid Simthudurror" aplikasi  buat para pecinta Rosulullah SAW. untuk mengunduh aplikasi "Mawlid Simthudurror.apk" silahkan klik tautan dibawah ini :  

Kitab Mawlid Simthudurror for Android

Smart Launcher Full Version for Android




Deskripsi

Smart Launcher adalah peluncur untuk Android yang menggantikan antarmuka klasik ponsel Anda dengan satu sama lain yang sedikit lebih sederhana dan memungkinkan Anda untuk mengakses semua ikon Anda dalam cara yang lebih cepat dan lebih nyaman.

Dengan Smart Launcher Anda dapat mengakses semua aplikasi Anda dari layar kunci itu sendiri. Anda hanya perlu tekan pada sudut kiri bawah layar dan sidebar akan muncul dari mana Anda dapat dengan cepat mengakses semua aplikasi Anda, permainan dan layanan diinstal pada ponsel Anda.

Salah satu fitur yang paling menarik Smart Launcher adalah bahwa urutan aplikasi yang menggunakan Internet, layanan multimedia dan permainan akan dilakukan secara otomatis. Anda tidak perlu menyentuh apa-apa dan itu aplikasi itu sendiri yang mengatur dengan benar.

Smart Launcher adalah aplikasi launcher yang sangat lengkap yang memiliki semua yang diperlukan untuk tidak hanya mengelola perangkat Anda lebih baik, tetapi juga melakukannya lebih cepat.

Download link :

Tuesday, December 16, 2014

Tenang Cinta (Kyai Budi Hardjono)

"TENANG" CINTA
Oleh : "Kyai Budi Hardjono Al Jawi"


SEDULURKU TERCINTA, siang dan malam sejak dulu kala sama dalam terang dan gelap itu,sebagaimana kegembiraan dan kesedihan yang teralami oleh setiap kita, karena itu merupakan sunnah yang "nyokro manggilingan" atau bagai roda berputar. Keduanya dicipta dari Tuhan yang sama,cuma Tuhan disebut dalam keragaman "nama-nama",makanya makna Allah itu sendiri adalah Yang Dirindukan dan Yang Dicintai.Kesedihan dan kesenangan itu sama dalam hal melanda siapa saja,termasuk yang taat atau yang belum taat,raja atau rakyat. Makanya orang Jawa bilang bahwa hidup itu "wang-sinawang",ada keadilan Tuhan yang musti kita pandang, Dia tidak menyia-nyiakan apa dan siapapun juga. Makanya hidup ini bila dipandang dengan cara itu akan menjadikan "tenang", ketenangan bukan karena hidup berhenti dari masalah tetapi ketenangan itu sebenarnya sejauh mana antara susah dan senang tergantung dari perbuatan kita sendiri-sendiri,sedalam prasangka kita masing-masing.

Kalau dikaitkan Sabda Gusti Kanjeng Nabi Muhammad saw bahwa dunia ini ladang akhirat maka bagi orang-orang sebagaimana kita yang kuyub oleh tetumbuhan di negri agraris,yang terbiasa bertani dan berladang, hal tersebut terasa lebih "karib" bahwa apa yang kita tabur maka kita akan menuai sendiri. Namun karena manusia itu tempat lupa, maka kejadian yang teralami sering dan bahkan selalu akan tidak terima,bahkan protes. Hal ini jelas karena tidak menyadari akan Kesucian Tuhan,karena baik dan buruk manusia akan kembali kepada manusia itu sendiri. Hal ini tercermin pada gejala siang dan malam itu, dimana matahari itu tidak pernah padam, tetapi bila malam tercipta itu karena bumi memunggungi cahaya matahari lalu terciptalah malam. Demikianlah hidup ini,dimana cahaya Tuhan tidak pernah padam,namun karena manusia memunggungi cahaya Ilahi lalu terciptalah kegelapan hidup dengan segala cabang-cabangnya,termasuk sekecil galau itu.

Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa siang malam itu bergiliran, sebagaimana kesedihan dan kesenangan,sejauh kebaikan dan keburukan.Untuk itu "mengkritik" satu hal dalam satu waktu yang terus bergerak ini adalah tindakan yang menggelikan karena betapa sangat lemahnya manusia bila dihadapkan keseluruhan kehendakNya untuk hambaNya ini, sementara yang mengkritik pun diam-diam bergerak. Artinya, sesama ditempa dilarang saling mengkritik,karena amalam sekecil apapun akan kembali kepada pelakunya. Sebagaimana menanam jagung akan tumbuh jagung,menanam duri juga akan tumbuh pohon duri. Namun demikian, seandainya kita memandang pengkritik juga harus kuat karena pengkritik itu juga bagian dari kegelian dalam arti mereka ditakdirkan tindakannya hanya bicara, bukan sejauh melayani atau membenahi dalam tindakan.

Kawan-kawan,bila kita mengenal sunnah perubahan maka disana kita akan tahu bahwa setiap hal akan mengalami:mijil, maskumambang, kinanti, asmarandana, dandanggulo, gambuh, pangkur, megatruh dan pocong. Dan itu berlaku setiap saat, bagi apa dan siapa kecuali Dia Yang Kekal...Tabik

Selubung Cinta (Kyai Budi Hardjono)

"SELUBUNG CINTA"
Oleh : "Kyai Budi Hardjono Al Jawi"


SEDULURKU TERCINTA, cukup kiranya kita memahami Sabda Gusti Kanjeng Nabi Muhammad SAW bahwa sesungguhnya Gusti Allah itu tidak melihat bentuk dan rupa namun melihat hati dan amal-amal. Sabda ini sebenarnya bisa membongkar segala jenis "label" yang cenderung mengurung dalam batas geografis nan sempit. Tuhan saja menyatakan "Laisa Kamistslihi Syai'un" atau Tan Kinoyo Ngopo, ini jelas-jelas sebagai sumbernya, dan tentu segala percikannya memiliki watak yang sama, universal. Kemudian bisa dirumuskan bahwa "bagian itu apresiasi dari keseluruhan", sebagamana setetes air adalah juga air yang berasal dari Lautan, seberkas cahaya adalah berasal dari Sumber Cahaya, seorang manusia dalam segala warna kulitnya adalah dari nenek moyang Adam, makanya Tuhan menyatakan bahwa semua makhluk adalah keluargaNya. Air bisa digunakan oleh semua makhluk, sebagaimana cahaya, sebagaimana udara, sebagaimana, sebagaimana, semua adalah percikanNya.

Sebutan atau nama-nama atau label adalah juga anugrahNya, namun label-label itu jelas ketika dihadapkan dengan Gusti Allah tidak terpakai karena bentuk atau rupa itu semua akan kembali ke tanah, makanya Dia tidak melihat bentuk dan rupa tetapi melihat hati dan amal-amalnya. Kalau begitu,soal geger gember label mustinya dipahami bersama bahwa semua itu tidak akan dipandangNya, kecuali hati yang mengusung Cinta dengan tindakan pelayanan-pelayanannya itu. Cinta adalah tindakan Tuhan yang paling dekat kita kenal, dan nama-nama itu merupakan selubung atau kulit yang sangat memalukan bila dijadikan alat pertentangan,karena semua nama-nama itu adalah milikNya, dari Dia. Meremehkan setiap hal pada hakekatnya meremehkan Dia. Kalau diukur dari ini, maka betapa masih jauh perjalanan Cinta itu bila kita masih mengedepankan bentuk dan rupa serta nama-nama, sementara kita  dan segala yang ada merupakan pancaran dari RuhNya.

Jalan Cinta,inilah yang bisa mengubah keragaman menjadi Kesatuan, bisa mengubah jauh menjadi keterdekatan, bisa mengubah permusuhan menjadi persahabatan, bisa mengubah lawan menjadi kawan, bisa mengubah raja menjadi sahaya, bisa mengubah segalanya. Kenapa? Karena bukan label-label dalam bentuk dan rupa itu yang kita pandang namun melihat hati yang di sana Cinta bermahkota dan melihat amal-amal yang berguna bagi sesama makhlukNya ini. Dunia yang penuh pertentangan ini disebabkan karena tidak sadar akan misi-misi kenabian dan kerasulan yang mengusung tentang Cinta Tuhan di bumi, melalui keragaman bahasa yang ada.

Kawan-kawan,kita merindukan keberagamaan yang memahami bahwa Tuhan itu Esa melalui para Kekasih Hati dengan bahasa yang berbeda, Dia adalah pencipta segala sesuatu, Dia menciptakan makhluk sama. Dia menciptakan dan memelihara jantera alam semesta melalui sabda-sabda yang dari langit itu bagai hujan dari langit yang memberkahi bumi seisinya,dan semua yang tumbuh di bumi berguna bagi semua secara universal, dan menjadi sangat aneh bila manusia yang justru menjadi wakilNya di bumi dalam mengusung Cinta Dia malah sektarianistik, primordialistik, subyektifistik, dengan cinta yang menyempit tindakannya. Dia tidak melihat bentuk dan rupa namun melihat hati dan amalnya,,,Tabik!