Monday, February 6, 2017

Batita Paris Jogja

Thursday, February 26, 2015

WIRID BA’DA SHOLAT SHUBUH, DHUHUR, ASHAR DAN ISYA’

TUNTUNAN PUJIAN SEBELUM SHOLAT 5 WAKTU DAN
 WIRID BA'DA SHOLAT 5 WAKTU PSM TAKERAN

TUNTUNAN PUJIAN SEBELUM SHOLAT 5 WAKTU DAN WIRID BA'DA SHOLAT 5 WAKTU PSM TAKERAN

Tuntunan Mujahaddah taubah Pesantren Sabilil Muttaqien (PSM) Takeran Magetan

Download here


TUNTUNAN MUJAHADDAH TAUBAT UNTUK KE-PSM-AN

TUNTUNAN MUJAHADDAH TAUBAT UNTUK KE-PSM-AN
 

Tuntunan mujahaddah ke-PSM-an

donwload here

Monday, February 2, 2015

"Delok-Delok" Cinta

 Oleh Kyai Budi Hardjono

SEDULURKU TERCINTA,dalam ungkapan orang Jawa "delok-delok" itu maknanya "melihat-lihat",sejauh menimbang rasa terhadap sesuatu.Makanya,melihat itu sarananya bukan sekedar "mata kepala" tetapi tergantung sasarannya.Melihat warna dengan mata,melihat aroma dengan hidung,melihat suara dengan telinga,melihat nilai dengan "indra dalam" itu.Jantera alam ini digelar untuk "delok-delok" itu,sehingga "delok" bisa dijarwodosoki "ngandel mergo nyawang barang elok",artinya dibalik mentafakkuri apa yang ada ini akan menetes "keyakinan" atau "ngandel" terhadap Gusti Allah dibalik yang maujud ini yang sungguh "elok",wajibul Wujud walau "tan kinoyo ngopo",laisa kamitslihi syai'un.Gusti Kanjeng Nabi Muhammad saw sendiri mengabarkan bahwa hidup ini adalah "abirussabil",bagai pelancong yang "delok-delok" itu,melihat-lihat.Dan ini diterjemahkan oleh orang Jawa menjadi "mampir ngombe" dalam kemusafirannya.

Dalam "delok-delok" ada dua hal yang bisa diperoleh,pada satu sisi menyaksikan hal-hal yang menakjubkan dari berbagai sudut pandang dan cara pandang,pada sisi yang lain melahirkan "nyeri rindu" karena dahaga jiwa yang tidak puas atas segala "tanda-tanda" yang tergelar ini.Rindu kepada Sang Pencipta.Mustinya,orang bila menikmati semua yang ada ini maka hariannya akan terasa bagai dalam "pelaminan" selalu,yang disettingi dengan layar dan gambar yang bergerak indah ini,menjadikan setiap waktu itu baru,tidak pernah mboseni.Namun,bila nyeri rindu ini "hilang" maka semua yang ada akan dirasa menjadi "belenggu",karena "keelokan" yang ada terselubungi oleh egosentrisitas pada diri.Gambarannya bagai ada "awan" dibalik cahaya mentari dan bulan serta bintang-gemintang.Dalam "kegelapan" maka akan terjadi stagnasi dalam "kesaksian" atau proses "delok-delok" itu,bagi mata kepala akan "peteng dhedhet",bagi mata hati tidak akan bisa "delok-delok" nilai yang lebih indah dibalik yang material ini.Gelap sebagaimana malam itu tercipta karena bumi "memungggungi" cahaya matahari,demikianlah gelap hati itu karena manusia "berpaling" atau memunggungi dari Cahaya Ilahi.

Dengan demikian,manusia hidup ini sebenarnya "delok-delok" itu,terserah mana hal-hal yang disukai.Tetapi manusia harus tetap hati-hati karena hal yang disukai belum tentu berguna bagi diri,sebaliknya hal yang dibenci belum tentu jelek bagi diri.Di tengah kegelapan memandang yang "misteri" inilah,Gusti Allah tidak kurang kasih sayangnya kepada manusia,lalu menurunkan para Nabi dan Rasul itu sebagai "cerminan" atau teladan,sehingga manusia menemukan "hidayah" dan "sa'adah" dalam hidupnya.Dibalik itu,pada diri manusia sudah terdapat "bibit" dalam prosesi "delok-delok" itu,dan bibit itu bersifat "percikan" cahaya:senang terhadap kegembiraan saudara dan susah akan penderitaan saudara.Bibit Cinta ini bila dikaitkan dengan petuntuk dari Gusti Allah melalui para Nabi dan Rasul,bisa diistilahkan "tumbu oleh tutup",klop.Bagi yang "awam" akan bisa menikmati dengan apa adanya,bagi yang cerdas:biasanya malah muter-muter secara dialektika walau nanti berujung pada "kebingungan" dan akan pasrah sebagaimana orang awam itu.Disinilah pentingnya "aturan" yang dalam keberagamaan disebut "syari'at",dari sana kita bisa "delok-delok" sesuatu dan tidak akan salah pilih dalam tindakan,setiap waktu.


Kawan-kawan,setelah "delok-delok" itu tergapai maka akan muncul "marem" di rasa hingga sampai "merem-merem",dan di dalam "merem-merem" ini sebenarnya tidak "gelap" karena ada indra dalam yang "delok-delok",cuma tidak bisa tergambarkan dan terlukiskan,hanya "merem-merem" itu.Dalam pejaman mata,kita bisa melihat,delok-delok,,,,Tabik!

Thursday, January 8, 2015

Oo Para Pecinta


Oo Para Pecinta
Oleh Kyai Budi Hardjono

O,para pencinta!
Sampaikan kabar kepada tetanggamu
yang dzikirnya lenyap karena berceloteh hutang negara
yang shalawatnya hilang karena bercerita koruptor-koruptor bangsa
yang jati dirinya musnah karena tak memahami budaya negrinya
yang tindakannya hanya bicara karena sepi pelayanan hidupnya
yang larut dalam upacara-upacara hingga tak tua-tua
yang suka mengkafirkan saudara karena tidak menyaksikan
ketidak-berimannya dalam beragama
yang suka membid'ahkan saudara karena lupa kebid'ahan
:
pada dirinya!

Dan bertanyalah kepada mereka itu
apakah merasa dirinya sempurna
kala mengadili sesuatu di luar sepengetahuan Keseluruhan
sementara segalanya tergerak kepada Yang Esa
bila mereka menjawab "iya"
maka tinggalkan mereka itu seketika
karena itulah hawa nafsu yang dituhankannya
mereka lupa bahwa Yang Sempurna
:
hanya Dia!


O,para pencinta!
Tidak cukupkah penjelasan dibalik dalil-dalil tertulis
yang pasti tidak ada pertentangannya dengan jantera alam semesta
sebagai Kitab Terbuka
itulah "tumbu oleh tutup" adanya
Melihat lukisan tentu pada keindahan yang tergores
bukan pada bingkainya
Menyaksikan intan permata musti pada keelokan pendaran cahaya
bukan pada kotaknya
Memahami keris pasti pada pamor yang dipunya
bukan pada sarungnya
Menatap manusia seharusnya bukan pada jasad bungkusnya
:
namun pada buah pelayanannya!

Tidakkah cukup dengan pernyataan Sang Nabi
bahwa dunia ini ladang akhirat?
Tidakkah cukup dengan kenyataan di negri agraris ini
bahwa benih-benih yang ditanam itu
akan menentukan yang ditunai nantinya?
Tidakkah cukup dengan kesadaran yang teralami ini
adalah jawaban dari yang ditabur masa lalu?
Demikianlah bila tak menunda kebaikan sekarang ini
pasti akan berbuah
:
esok hari!

O,para pencinta!
Simaklah filosofi akar budayamu sendiri
"sopo wonge wani ngAllah bakal luhur wekasane"
ngAllah itu manifestasi rendah hatimu
yang meluluh-lantakkan kepongahanmu
ngAllah itu mabuk cinta walau nampak tolol hidupmu
inilah rahasia Sang Nabi yang "abduhu warasuluh" itu
inilah makna "dewa yang mengejawantah" itu
andai kau raja sekalipun
jangan malu berteman orang-orang jalanan
yang muda dan yang tua
yang baik dan yang buruk
bersama dalam kesadaran sebagai debu
bersama dalam gempita penempaan ini
bersama menikmata segala goresan hidup ini
kelak kau pun akan menjelma
:
intan permata!

O,para pencinta!
Hadirkan di hati derita akan Sang Nabi
di tanah airnya sendiri sampai saat ini
Reguklah sendiri duka laramu di negri sendiri
hingga hari ini
Keyatiman Sang Nabi juga keyatimanmu di sini
Terusirnya dirimu dari tanah dan airmu sendiri
senada dengan perjalanan hidup Sang Nabi ini
namun untuk cita dalam Cinta
semua derita dan luka hati
hanyalah penggiringan kehendakNya
:
terjaga bersama denganNya ini!

Menyelamlah di negri Nusantara ini
kau akan temukan orang-orang yang hina tampak lahirnya
namun luhur maqom drajat di sisiNya
mereka menyembunyikan wajah karena malu di hati
namun setia menanam sebagai kecintaan Sang Nabi
buah-buha pun hadir dimakan dengan kuyub do'a-doa terpuji
dan inilah kecerdasan diri
:
mengubah kebiadaban menjadi peradaban luhur ini!

Siapapun yang datang ke sini
dengan mengusung dialektika sesat dan tidak sesat
tak ada ruang di negri ini untuk itu
karena kesadaran ngAllah lebih kuat di hati
semua keberadaan mengarah ke Yang Satu
semua klaim dan label diri dari secanggih pikiran
hanyalah menunjukkan
:
ketololan lilin di tengah cahaya Mentari!

Sunday, January 4, 2015

Gema Takbir santri PSM



Takbir keliling salah satu agenda kegiatan santri-santri pondok PSM Takeran dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Dawuhing Guru

DAWUHING GURU
WASIAT MBAH HASAN ULAMA’

Mbah Kyai Hasan Ulama
Pendiri Pesantren Takeran

  1. Ojo kepengen sugih, lan ojo wedi mlarat.
  2. Pilih ngendi, sugih tanpo iman opo mlarat ananging iman.
  3. Ojo demen ngudi pengaruhing pribadi, kang ono di openi kanthi temenan, ojo kesengsem gebyaring kadonyan, kanuragan lan pengawasan dudu tujuan. Topo ngrame lakonono.
  4. Sumber bening ora bakal golek timbo.
  5. Ojo demen owah-owah tatanan poro sepuh, wajibe mung ngopeni lan nglestareake.
  6. Ojo demen nyunggi katoke mbahe, amal sholeh tindakno.
  7. Nyawiji naliki nindakake kautamaan, pisah ing dalem kemaksiatan, ing tembe bakal ono titi mangsane, anak putu ono kang nemu emas sak jago gedene, ananging yo mung kandok sak mono iku imane.
  8. Ora liwat anak putuku sing guyub rukun, di podo tansah ngrameake mesjid, tak pangestoni slamet ndonyo akhirat. 
  9. Ojo kendat tansah nindak ake mujahaddah taubat, koyo kang wis di parengake guru.

Saturday, December 27, 2014

Bagai Cinta

"Bagai" Cinta

oleh Kyai Budi Hardjono
SEDULURKU TERCINTA, kita mengenal Tuhan hanya melalui TindakanNya yang berwujud Cinta, sejauh para Nabi dan para Rasul serta para Wali maka semua menyatakan bahwa sejauh mereka tahu tentang Tuhan maka mereka "tidak tahu" tentang Dia.  Hal ini yang menyebabkan mereka semua dilanda penyakit yang tidak tersembuhkan bagi pencinta yang bernama rindu. Dia Yang Misteri ,Dia yang tak tergambarkan seperti apapun, Dia Yang Tankinoyo Ngopo.Untuk itu, apa yang tergelar pada jantera alam semesta ini adalah tindakan CintaNya, yang semua menjadi penyampai pesan rindu itu. Demikianlah manusia, sejauh yang bisa dilakukan dalam menjawab pesan rindu ke Gusti Allah sebagaimana yang disampaikan para Nabi dan Rasul serta para wali adalah dengan cara berbagi melalui jantera alam semesta ini juga, dengan mencercap sifat-sifatNya atau berakhlak sebagaimana akhlak Dia. Dan akhlak Tuhan ini tercermin pada makhluk sempurna sebagaimana teladan manusia: Rasulullah SAW yang rahmatan lil'alamin ini cinta yang universal.

Tidak sulit memahami akhlak Rasulullah SAW ini bila kita bersedia tafakur terhadap alam semesta raya ini, dimana alam semesta yang bersumber dari Nur Muhammad, dan cahaya itu telah diwujudkan dalam sosok para KekasihNya sampai Khatamil Anbiya': Gusti Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Kalau ada syair "Anta Syamsun" atau Engkau bagai matahari, maka hal yang musti dipahami adalah bahwa cahaya selaksa matahari itu turun untuk siapa dan apa saja tanpa kecuali, cahaya ini menyinari bumi dan apa yang tumbuh di bumi akan mengembang hingga sempurna dalam: bentuk, warna dan aroma. Sehingga apa yang ada ini semua tidak ada yang sia-sia. Demikianlah cahaya Rasulullah saw melalui ajaran-ajarannya, semua tergantung kecerdasan manusia dalam mengapresiasikan ajaran itu. Pohon saja bisa menjadi contoh dalam ketulusan tindakan Cinta, buahnya untuk apa dan siapa saja. Demikian juga bagi bunga, wangi dan keindahan warna menebar untuk apa dan siapa. Sebagaimana hujan dari langit juga bersifat universal dalam berbaginya. Dan bisa dicari sebanyak "bagai" dalam jantera alam semesta untuk menerangkan tentang Cinta.

Sebagaimana juga disebut "Anta Badrun" atau engkau bagai purnama di tengah kegelapan. Purnama, sebagai pantulan cahaya matahari memberikan cahaya di tengah kegelapan. Padahal kegelapan itu sebenarnya disebabkan bumi memunggungi matahari, bayangnnya bernama malam. Tetapi Tuhan tidak pernah membiarkan gelap tanpa cahaya, selain bulan ada bintang gemintang sampai sekecil kunang-kunang. Semua cahaya itu pun bersifat universal dalam aplikasinya. Hal ini memberikan arti bahwa manusia dalam situasi apapun tidak boleh berputus asa dalam harapan karena rakmat Tuhan melimpah tidak terhingga, malah-malah manakala manusia dilanda apapun jenisnya kegelapan hidup, itu musti disadari atas kesalahannya sendiri sebagaimana digambarkan bahwa malam itu karena bumi memunggungi matahari, padahal sebenarnya matahari tidak pernah padam. Kegelapan hidup manusia juga karena kedzalimannya sendiri yang memunggungi cahaya Ilahi dengan "egosentrisitas" dirinya, padahal cahaya Tuhan tidak pernah mandek sama sekali.

Kawan-kawan, cahaya Rasulullah saw tidak pernah akan padam untuk semua manusia, justru cahaya itu bisa berguna atau tidak tergantung kecerdasan kita di dalam apresiasi Cinta, semakin kita mengenal Beliau dengan cara mengenal riwayatnya maka kita akan terpupuk oleh Cinta itu. Tidak aneh bila orang ingin merobohkan cahaya ini tentu dengan strategi memunggungi sejarah beliau dengan cara melarang untuk mengenal sejarah hidupnya. Namun demikian, sekiranya yang melarang untuk mengenal sejarah itu dalam kegelapan maka Rasulullah SAW pun tidak benci kepada mereka karena itu kebodohan mereka sendiri, dan cahaya Rasulullah SAW tidak akan pernah berhenti, bersinar....Tabik!

Piye Jal Cinta

"Piye Jal" Cinta

oleh Kyai Budi Hardjono
SEDULURKU TERCINTA, jangan pernah remehkan Cinta karena Cinta bisa mengubah segalanya. Alkisah, ada seorang penjual minyak goreng di pasar Madinah, setiap kali hendak pergi--termasuk ke pasar, dia selalu melewati rumah Gusti Kanjeng Nabi Muhammad SAW, singgah terlebih dahulu sampai puas memandang wajah Rasulullah SAW. Namun pada suatu saat, dia datang lagi dan Rasulullah SAW terkejut lalu bertanya: "Mengapa kau balik lagi?" Si penjual minyak goreng itu menjawab: "Ya Rasulullah, setelah sampai pasar hati saya gelisah dan saya ingin kembali lagi ke sini. Izinkan saya memandang engkau sebentar saja untuk memuaskan kerinduan saya." Kemudian Rasulullah SAW mengajak berbincang-bincang dengan si perindu itu. Tetapi tidak lama setelah itu, Rasulullah SAW tidak melihat lagi pedagang minyak itu lewat di depan rumahnya. Berhari-hari orang itu tidak lagi kelihatan batang hidungnya di depan Rasulullah SAW. Akhirnya Rasulullah SAW mengajak sahabat-sahabatnya untuk menjenguknya di pasar. Namun diperoleh kabar bahwa orang itu telah meninggal dunia. Rupanya, pertemuan pertemuan sampai dua kali saat itu merupakan isyarat bahwa dia tidak bisa lagi bisa memandang Rasulullah SAW.

Kemudian Rasulullah SAW bertanya kepada orang-orang pasar: "Bagaimana akhlak orang itu?" Mereka menjawab: "Orang itu pedagang yang sangat jujur, cuma ada sedikit kekurangannya, orang itu suka main perempuan." Lalu Rasulullah SAW berkata: "Sekiranya orang itu dalam dagangnya agak lancung sedikit, Gusti Allah akan mengampuni dosanya karena kecintaannya kepadaku." Kecintaan di sini dibuktikan dengan melalui kejujujurannya dalam berdagang. Terus,bagaimana dengan kita-kita yang tidak pernah bertemu dengan Rasulullah saw itu? Satu hal yang tidak boleh kitab lupakan adalah soal kerinduan kita kepada beliau, karena justru beliaulah orang yang justru rindu kepada setiap kita yang walau tidak pernah berjumpa, namun mengimaninya. Rasulullah SAW pernah bersabda: "Alangkah rindunya aku untuk berjumpa dengan sedulur - sedulurku, ikhwani." Sahabat bertanya: "Bukankah kami ini adalah ikhwanmu?" Rasulullah saw menjawab: "Tidak, kalian ini sahabat -sahabatku. Sedulur-sedulurku adalah orang yang tidak pernah berjumpa denganku, tetapi membenarkan dan mengimaniku."

Cinta yang dipupuk dengan kerinduan melahirkan "intimasi" lebih intens, sebagaimana yang kita alami di sini. Soal ampunan karena perjumpaan ini tidak hanya ketika Beliau masih hidup namun sesudah meninggalnya juga, dimana ketika kita berziarah ke makam beliau maka seluruh dosa diampunkan Gusti Allah, salam kita tetap dijawabnya. Namun ketika kita tidak juga bisa berkesempatan untuk ziarah sampai di sana, maka bershalawat adalah bukti bahwa kerinduan kita akan Rasulullah SAW itu nyata. Bahkan pernah Rasulullah SAW bersabda: "Bila orang bershalawat di makamku maka aku pun akan menjawab salamnya, dan bila bershalawat nun jauh dari makamku maka akulah yang mendatangi ke tempat itu." Kehadiran ini pun akan menjadikan dosa-dosa kita akan diampuni. Bahkan Rasulullah saw pernah menyatakan: "Sekiranya seseorang itu melakukan satu saja dari sunnahku, maka hal itu menjadikan Tangan Suci Allah menuntun orang itu menuju surgaNya."

Kawan-kawan, hendaklah kita selalu malu manakala mengucapkan shalawat kepada Rasulullah SAW karena di punggung kita penuh bawaan dosa dan maksiat, tetapi piye meneh kalau tidak berharap akan syafaatnya itu,,, Allahumma Shalli 'Ala Sayyidina Muhammad

Jembut Cinta

"Jembut" Cinta

oleh Kyai Budi Hardjono


SEDULURKU TERCINTA,dalam dunia Jawa banyak kata yang bisa dijarwodosokkan, dimana sebuah kata merupakan singkatan, dan ini hanya sebuah kecerdasan ungkap yang di dunia manapun tidak ada kecuali di Jawa. Pada sisi lain hal itu merupakan hasanah kekayaan bahasa yang menunjukkan lamanya peradaban melintasi zaman, disamping tidak terbantahkan maknanya, aneh tapi nyata. Hal ini menunjukkan dinamika kebudayaan berkembang secara aktif, disamping unik. Dengan ini memberikan gambaran bahwa kebudayaan Jawa merupakan perwujudan dari kemampuan masyarakat Jawa dalam menanggapi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada. Pada titik pemahaman ini, kebudayaan Jawa memiliki ciri-ciri khusus dengan kebudayaan lainnya, terutama dalam hal kejarwodosokkan ini. Misalnya, sebagaimana yang ada di deretan panjang ini, dari berbagai kata, secara acak. Dan untuk yang lain bisa dicari sendiri-sendiri.
Rambut : loro nek dibubut. 
Moto : ngemot barang sing nyoto. 
Kuping : kaku tur jepiping.
Cangkem : yen ora dicancang ora mingkem.
Piring : sepine yen miring.
Gedang : digeged bar madhang.
Krikil : keri ning sikil.
Rokok : roso sing pokok.
Tani : tiyang agung nagari.
Menungso : menus-menus kakehan doso.
Gelas : yen tugel ora iso dilas.
Dukun : yen ora udu ora rukun.
Dukun : dudu Kun.
Cengkir : kenceng pikir. 
Janur : ja'a nuur.
Bajingan : lebar ngaji mangan.
Lhonthe : lonthang-lanthung wae.
Asu : ahli suwargo. 
Mantu : barang sing dieman metu.
Morotuwo : moro-moro wis tuwo.
Delalah : ngandel kersane Allah.
Wedang : ngawe kadang.
Wanito : wani di toto.
Jagung : sejo sing agung.
Pacul : barang papat ojo ucul.
Doran : dungo nyang pengeran.
Kalem : sak kal gelem.
Jimin : kaji amin.
Maling : ngemal tur ora eling.
Deling : kandel olehe eling.
Wedok : nek awe dhodhok.
Duren : dudo keren.

Dari berbagai kata ini bisa bermakna serius, bisa gurau, bisa lucu dan konyol. Dan ini bisa menjadi bahan jagong dengan pengembangan singkatan yang sesuka-suka, sesuai dengan latar-belakang pengetahuan penguasaan bahasa Jawa seseorang. Dan tentu masih banyak lagi kata-kata yang dijarwodosokkan, yang kadang-kadang dipakai untuk sindiran-sindiran tertentu, asal sesuai atau "gathuk" itu. Bahkan sampai pada yang "saru-saru" pun bisa mengemuka dalam dunia kejarwodosokkan, dan ini bisa menghasilkan gelak tawa bersama dalam dunia jagong. Memang, memasuki dunia Jawa maka orang musti siap mental karena dalam berkomunikasi tidak sekedar hanya linier tetapi siklikal.

Kawan-kawan, muter-muter uraian ini sebenarnya ada salah satu kata yang "lupa" namun ketika ingat ada salah seorang warga negara Indonesia yang tidak layak mewakili atas bangsa yang konon "relegius" ini, seketika kata itu muncul dalam ingatan, yakni jembut: kejem yen dibubut....Na'udzubillah!

Sedulur Cinta

"Sedulur" Cinta

oleh Kyai Budi Hardjono
SEDULURKU TERCINTA,Gusti Kanjeng Nabi Muhammad saw menyebut orang-orang yang sezaman dengan Beliau dengan sebutan "sahabat-sahabat",namun Rasulullah saw menyebut orang-orang yang mencintainya yang datang sepeninggalnya dengan sebutan ikhwani,sedulur-sedulurku.Panggilan ini merupakan bentuk kecintaan sepenuh jiwa dan raga,panggilan nan mesra,padahal mereka tidak pernah berjumpa dengan Beliau dan yang datang kemudian hari.Kalimat "sedulur" ini sering diungkapkan Rasulullah saw dalam berbagai kesempatan,yang menunjukkan makna lebih "intim" dalam hubungan,kalau sahabat itu masih berjarak dalam kekerabatan namun kalau sedulur itu masuk dalam wilayah kekeluargaan,yang diikat oleh nasab Cinta yang tulus.

Pernah Rasulullah saw menyatakan pada suatu kesempatan dan bertanya kepada para sahabat sehabis berjama'ah Subuh:"Tahukah kalian,siapa orang-orang yang paling menakjubkan imannya?" Para sahabat itu menjawab:"Para malaikat,ya Rasulullah." Beliau menimpali:"Bagaimana para malaikat tidak beriman,mereka adalah pelaksana-pelaksana perintah Gusti Allah.Mereka bolak-balik melaksanakan perintah Allah untuk menunaikan amanahNya." Para sahabat menjawab lagi:"Kalau begitu para Nabi." Gusti Kanjeng Nabi Muhammad saw mengatakan:"Bagaimana para Nabi tidak beriman,mereka menerima wahyu dari Allah."Kalau begitu,kami-kami ini,para sahabat engkau," sela mereka.Gusti Kanjeng Nabi Muhammad saw menimpali:"Bagaimana kamu tidak beriman,kamu menyaksikan  apa yang kamu saksikan." Para sahabat menggesa lagi:"Kalau begitu,siapa manusia yang paling menakjubkan imannya itu,ya Rasulullah?" Gusti Kanjeng Nabi Muhammad saw menjawab:"Mereka adalah kaum yang datang sesudahku.Mereka tidak pernah berjumpa denganku,mereka tidak pernah melihatku.Namun ketika mereka menemukan Kitab terbuka di hadapan mereka,mereka lalu mencintaku.Mereka mencintaiku dengan kecintaan yang luar biasa,sehingga sekiranya mereka harus mengorbankan seluruh hartanya agar berjumpa denganku,mereka mau menjual seluruh hartanya itu."

Negri manakah di dunia ini yang kecintaanya kepada Rasulullah ini luar biasa? Negri manakah du dunia  yang sering membicarakan sejarah Rasulullah saw dengan perayan-perayan cinta itu? Negri manakah di dunia ini yang siapapun tidak bisa menghambat akan gelora berziarah ke makam Rasulullah saw sebagai ekspresi cintanya kepada Beliau? Negri manakah di dunia ini yang jutaan orang rela hanya menjadi penghafal Al-Qur'an sebagai nafas suci Rasulullah saw itu? Negri mankah di dunia ini yang tatakrama dalam pergaulan keseharian yang meniru Junjungan Agung itu dalam adab sopan santu dan rendah hati? Negri manakah di dunia ini yang mengajarkan Kitab-Kitab melalui kelembagaan yang negara pun tidak pernah peduli dalam upaya-upaya agung itu? Negri manakah di dunia ini yang di sudut-sudut kampung menggemakan nama Kekasih Allah itu dengan menggelagak air matanya ketika bershalawatan? Negri manakah di dunia ini yang dengan damai mempraktekkan sebagaimana era Madinah yang tercerahi itu walau beragam keberadaan yang ada? Negri manakah di dunia ini? Negri mana? Dunia mana? Kalau bukan Indonesia!

Kawan-kawan,semoga kita tetap termasuk kelompok orang yang walau tidak pernah berjumpa dengan Rasulullah saw,dan tidak pernah sezaman dengan Beliau,tetapi sangat mencintainya.Kita tahu dari Kitab yang terbuka.Kitab yang terbuka itu tidak hanya "Kitab Garing" dalam wujud tekstual sampai di sini dan sampai dfi hati ini,namun juga "Kitab Teles" yang berwujud ayat-ayat Kauniyah yang di negri ini banyak orang menyebut sebagai penggalan sorga.Bila orang membayangkan sorga itu dalam bentuk keindahan alam,air gemericik,buah-buah bergelantungan serta bidadari-bidadari,namun di negri ini hal tersebut bukan mimpi lagi tetapi sudah menjadi Kitab Terbuka yang dipahami sebagai ayat-ayat di hati,,,,Tabik!

Ruh Cinta

"Ruh" Cinta

oleh Kyai Budi Hardjono
SEDULURKU TERCINTA, ada seseorang sowan kepada Syeikh Maulana Rumi,namun saat mau masuk diusir oleh beliau,dan seseorang itu menggesa dan menghiba:"Apa salahku ya Maulana,hingga engkau mengusirku?" Syeikh Maulana Rumi menimpali: "Mintalah maaf dulu kepada orang yang kau ludahi kemaren itu?" Seseorang itu menjawab: "Darimana Maulana tahu itu, dan dimana dia aku cari karena kejadiannya di pasar kemaren, dan lagi yang aku ludahi itu orang Nasrani." Syeikh Maulana Rumi menggertak: "Tidak layak kau mengaku Muslim dengan tindakan seperti itu, kau tidak menghargai kemanusiaan, pergilah." Dengan hati berguncang si tamu yang tertolak itu pergi,dan menggesa di hati:darimana Maulana tahu? Dan di mana orang yang telah diludahi itu berada? Lama-lama si tamu itu menangis sepanjang jalan,dan tidak mengira kalau Maulana sampai menolak bertemu gara-gara dia meludai orang Nasrani saat ada percekcokan di pasar itu. Dia menyesal dan mencari dengan bertanya-tanya orang di pasar,di mana si Nasrani itu tinggal. Namun berhari-hari dia mencari tidak ketemu,sampai ke pasar mana-mana,mana-mana pasar.

Seminggu setelah pencarian tidak ketemu si Nasrani yang di ludahi itu,dengan memberanikan diri dia sowan lagi ke Maulana Rumi dan bilang kepada Maulana: "Punten ya Syeikh, saya sudah mencari dia kemana-mana namun tidak aku temukan dimana di tinggal." Maulana Rumi menjawab sembari mengusak dinding depan rumahnya dan terlihat jelas dimata si tamu itu gambar orang yang dicari: "Mata hatimu buta, dia ada di sana dan sedang bekerja untuk keluarganya, pergilah ke sana sekarang." Dengan segera si tamu pamit dan menuju lokasi yang ditunjukkan Maulana Rumi pada dinding rumahnya tadi. Setelah dia bertemu dengan yang diludahi itu, dia bersimpuh dan minta maaf, dimaafkan. Seketika setelah itu,dia kembali ke Maulana Rumi. Disana dia diterima dengan penuh penghormatan sebagaimana tamu-tamu lainnya. Bahkan dia menerima sesuluh dalam banyak hal dari Maulana Rumi,dimana memandang orang itu jangan sebatas pada selubung label hidupnya,tetapi harus dipandang Ruhnya yang tersembunyi dibalik selubung apapun dalam hidup ini, Dia yang cintanya universal itu.

Kisah di atas belum seberapa,lebih jauh lagi kisah saat Rasulullah SAW kedatangan rombongan orang "kafir", rombongan itu dimasukkan di masjid karena banyak sekali,lalu Rasulullah SAW membagi tamu-tamu kafir itu kepada para sahabat untuk menjamunya, namun setelah masing-masing sahabat dapat satu-satu,tinggal satu yang tubuhnya tiga kali orang dan itu bagian Rasulullah SAW. Bahkan mereka semua bermalam. Namun ada kejadian yang luar biasa,dimana orang gendut yang besarnya tiga kali orang itu setelah dijamu Rasulullah SAW, pada malam hari di dalam rumah Rasulullah SAW "kepesing" dan Rasulullah SAW tahu, lalu membukakan pintu dalam kegelapan,dan agar orang itu tidak tahu kalau Rasulullah SAW yang membukakan, Beliau bersembunyi dibalik daun pintu agar si gendut itu tidak menanggung malu. Si gendut keluar dan melanjutkan ngisingnya di luar,ronde kedua. Pagi-pagi setelah Rasulullah SAW berjama'ah subuh, si gendut itu melihat Gusti Kanjeng Nabi Muhammad SAW sedang membersihkan kotorannya, dan sahabat hampir pada ngamuk karena kejadian itu. Namun Rasulullah SAW melarang mereka marah,dan dengan tersenyum saat si gendut dengan merengek meminta biar dirinya yang membersihkan kotorannya sendiri, Beliau bilang: "Ojo,biar aku yang membereskannya, aku yo kepingin golek ganjaran." Hati si gendut rubuh, kekafirannya patah dan berganti dengan iman,disertai seluruh rombongan yang ada.


Kawan-kawan,hanya orang-orang yang tulus yang bisa melakukan hal itu,dimana ketulusan itu bisa termiliki setelah membongkar selubung egosentrisitas, dan yang dipandang hanya Allah,sementara semua adalah milikNya belaka. MencintanNya ternyata musti dibuktikan dengan cara melayani dan menghargai milikNya,apapun sebutan milikNya itu,,,,Tabik!

Wednesday, December 17, 2014

Free Download Mawlid Simthudurror.apk


Free download "Mawlid Simthudurror" aplikasi  buat para pecinta Rosulullah SAW. untuk mengunduh aplikasi "Mawlid Simthudurror.apk" silahkan klik tautan dibawah ini :  

Kitab Mawlid Simthudurror for Android

Smart Launcher Full Version for Android




Deskripsi

Smart Launcher adalah peluncur untuk Android yang menggantikan antarmuka klasik ponsel Anda dengan satu sama lain yang sedikit lebih sederhana dan memungkinkan Anda untuk mengakses semua ikon Anda dalam cara yang lebih cepat dan lebih nyaman.

Dengan Smart Launcher Anda dapat mengakses semua aplikasi Anda dari layar kunci itu sendiri. Anda hanya perlu tekan pada sudut kiri bawah layar dan sidebar akan muncul dari mana Anda dapat dengan cepat mengakses semua aplikasi Anda, permainan dan layanan diinstal pada ponsel Anda.

Salah satu fitur yang paling menarik Smart Launcher adalah bahwa urutan aplikasi yang menggunakan Internet, layanan multimedia dan permainan akan dilakukan secara otomatis. Anda tidak perlu menyentuh apa-apa dan itu aplikasi itu sendiri yang mengatur dengan benar.

Smart Launcher adalah aplikasi launcher yang sangat lengkap yang memiliki semua yang diperlukan untuk tidak hanya mengelola perangkat Anda lebih baik, tetapi juga melakukannya lebih cepat.

Download link :